Membuat Database MySQL Di Laravel

Kalau pembahasan tentang cara membuat database mysql di laravel mungkin bisa dikatakan panjang x lebar. Karena database mysql di laravel tidak hanya melingkupi query sql saja.

Di laravel jika kita mengukti kaidah standarisasi mereka maka kita akan sedikit bahkan mungkin tidak sama sekali menggunakan query sql untuk mengolah database.

Database laravel sendiri menggunakan eloquent ORM, migration, dan seeder untuk pemberian data awal pada database. Eloquent sendiri sebenarnya cukup luas untuk dibahas, jadi di artikel tutorial database mysql di Laravel ini tidak mencakup keseluruhan manfaat eloquent sehingga penulis perlu membuat tutorial di artikel yang lain untuk membahas tentang eloquent.

Pengertian Laravel Eloquent ORM

Berikut ini adalah pengertian Laravel Eloquent ORM. ORM adalah singkatan dari Object Relational Mapper dari sini kita sudah bisa bayangkan, database di olah dan dimanipulasi datanya menjadi sebuah object.

Laravel Eloquent adalah sebuah active record dalam istilah pemrograman active record adalah pattern atau pola atau bisa dikatakan sebuah konsep untuk melakukan pendekatan basis data atau database menggunakan class PHP.

Sehingga database diatur sedemikian rupa oleh class PHP pada eloquent yang memungkin kita tidak lagi secara langsung menggunakan query sql untuk melakukan manipulasi data pada basis data.

Koneksi Database MySQL Di Laravel

Untuk membuat koneksi database mysql di laravel kita perlu melakukan konfigurasi, konfigurasi ini sangat mudah, yang penting anda tau akses database yang ingin anda gunakan.

Meskipun sebenarnya laravel tidak hanya mendukung database mysql, anda bisa mencoba-coba database yang anda sukai.

Berikut ini adalah bagaimana cara konfigurasi koneksi database mysql di laravel, dimana sebagian besar cara konfigurasi koneksi database dapat dilakukan di .env.

Pertama buatlah sebuah database dengan nama tutorial seperti dibawah ini:

CREATE DATABASE tutorial;

Lalu bukalah file .env yang berada di folder root laravel anda, lalu ubah bagian ini sesuai dengan database mysql anda.

DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=tutorial
DB_USERNAME=<username mysql>
DB_PASSWORD=<password mysql>

Pada bagian yang bercetak tebal di atas disesuaikan dengan konfigurasi database anda. Selanjutnya kita periksa apakah database mysql sudah terkoneksi dengan laravel.

Baca juga: Mengatur Konfigurasi Laravel

Buka file routes/web.php lalu tambahkan kode dibawah ini:

Route::get('/test-koneksi-database', function() {
	try {
		\DB::connection()->getPdo();

		echo 'Sudah terkoneksi dengan database: ' . \DB::connection()->getDatabaseName();

	} catch (\Exception $e) {
		echo 'Belum terkoneksi database, error: ' . $e->getMessage();
	}
});

Selanjutnya buka browser anda dan ketikan URL seperti dibawah ini:

http://127.0.0.1:8000/test-koneksi-database

Maka akan muncul seperti tampilan dibawah ini:

cara membuat database mysql di laravel

Apabila yang keluar adalah pemberitahuan gagal koneksi database maka periksa kembali pengaturan database anda.

Membuat Table Database Di Laravel

Selanjutnya adalah membuat database di laravel. Sebelumnya penulis sarankan untuk tidak membuat database dengan cara manual atau membuat table dengan query sql. Upayakan ikuti standar laravel.

Untuk dapat membuat table database di laravel dapat menggunakan migration dan untuk mengambil data-data yang ada didalam table menggunakan model.

Penulis anggap anda sudah paham konsep MVC sehingga tidak perlu dijelaskan apa itu model.

Membuat migration & model

File migration terletak di folder database/migrations/ dimana secara default didalam folder tersebut sudah tersedia beberapa migration yaitu table users, password_resets, dan dan failed_jobs.

Untuk table users, dan password_resets digunakan ketika kita membuat auth atau login/logout. Sedangkan table failed_jobs digunakan ketika kita menggunakan queue, dimana apabila ada queue yang gagal akan masuk log di table failed_jobs. Namun disini kita tidak membahas antara auth dan queue, sehingga abaikan saja.

Untuk membuat migration bisa dengan menggunakan perintah artisan seperti dibawah ini.

php artisan make:migration create_<nama table>_table

Dan untuk membuat model bisa dengan perintah dibawah ini:

php artisan make:model namaModel

Namun ditutorial ini kita akan menggunakan perintah yang instan, dimana otomatis akan tercipta file model beserta migration, sebagai contoh di tutorial ini akan membuat sebuah table dengan nama table siswa, berikut ini caranya.

php artisan make:model Siswa --migration

Dari perintah diatas akan tercipta 2 file, yaitu file migration siswa yang terletak di folder database/migrations dan model Siswa yang terletak di folder app/Http/Models.

File model Siswa akan terhubung langsung ke table siswa dan kita akan coba membuat data sederhana dengan beberapa field atau kolom yang dibutuhkan.

Selanjutnya adalah membuat table database mysql di laravel dengan menggunakan migration. Buka file migration yang tadi sudah dibuat, lalu tambahkan nama field beserta tipe datanya seperti dibawah ini.

$table->string('nis', 50);
$table->string('nama', 100);

Maka apabila dilihat kodenya secara lengkap akan seperti dibawah ini:

<?php

use Illuminate\Database\Migrations\Migration;
use Illuminate\Database\Schema\Blueprint;
use Illuminate\Support\Facades\Schema;

class CreateSiswasTable extends Migration
{
    /**
     * Run the migrations.
     *
     * @return void
     */
    public function up()
    {
        Schema::create('siswas', function (Blueprint $table) {
            $table->id();
            $table->string('nis', 50);
            $table->string('nama', 100);
            $table->timestamps();
        });
    }

    /**
     * Reverse the migrations.
     *
     * @return void
     */
    public function down()
    {
        Schema::dropIfExists('siswas');
    }
}

Selanjutnya agar table siswa serta field atau kolom nis dan nama tersebut tercipta didatabase anda perlu menjalankan perintah migration seperti dibawah ini:

php artisan migrate

Karena secara default di laravel sudah ada beberapa file migration seperti yang penulis sebutkan diatas tadi, maka migration-migration tersebut juga dieksekusi secara bersamaan dengan migration yang tadi kita buat.

menjalankan migration di laravel database

Contoh seperti gambar diatas apabila migration yang tadi kita buat sudah dieksekusi dengan perintah migrate tadi. Selanjutnya silahkan cek kembali database anda.

Perhatikan table dibawah ini, terdapat nama table siswas, karena secara otomatis laravel akan menambahkan huruf “s” diakhir sebagai bentuk plural.

table database mysql di laravel

Dan gambar dibawah ini adalah nama filed atau kolom yang sudah dibuat tadi.

Kolom database table di mysql laravel

Karena table dan field sudah kita buat maka selanjutnya adalah menyiapkan data awal.

Membuat seeder data

Sebelum mulai penulis ingin menjelaskan sedikit apa itu seeder atau seed, kalau kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia maka artinya adalah benis atau bibit.

Dari situ kita sudah pahami bahwa seeder digunakan untuk membentuk data awal atau data bawaan, bisa juga untuk dummy data. Contoh kasusnya data awal bisa digunakan sebagai user awal untuk memasuki sistem yang sudah dibuat.

File seeder terdapat di folder database/seeders, untuk dapat membuatnya gunakan perintah dibawah ini.

php artisan make:seeder SiswaSeeder

Perintah diatas akan membuat file seeder dengan nama SiswaSeeder karena digunakan untuk table siswa maka penulis menggunakan penamaan SiswaSeeder.

File tersebut berada di folder database/seeders/SiswaSeeder.php, untuk dapat membuat dummy data bukalah file tersebut lalu panggil model Siswa.

use App\Models\Siswa;

Selanjutnya untuk membuat dummy data letakan kode dibawah ini didalam method run().

$siswa = new Siswa;
$siswa->nis = '002020121101';
$siswa->nama = 'Aris Munandar';
$siswa->save();

Maka kode lengkapnya akan seperti dibawah ini.

<?php

namespace Database\Seeders;

use Illuminate\Database\Seeder;

// Panggil model Siswa
use App\Models\Siswa;

class SiswaSeeder extends Seeder
{
    /**
     * Run the database seeds.
     *
     * @return void
     */
    public function run()
    {
        $siswa = new Siswa;
        $siswa->nis = '002020121101';
        $siswa->nama = 'Aris Munandar';
        $siswa->save();
    }
}

Lalu selanjutnya daftarkan file seeder anda ke DatabaseSeeder.php dimana file tersebut letaknya masih sama dengan file SiswaSeeder.php. Tambahkan kode dibawah ini didalam method run().

$this->call(SiswaSeeder::class);

Sehingga tampilan kode secara keseluruhan didalam file DatabaseSeeder.php akan menjadi seperti dibawah ini:

<?php

namespace Database\Seeders;

use Illuminate\Database\Seeder;

class DatabaseSeeder extends Seeder
{
    /**
     * Seed the application's database.
     *
     * @return void
     */
    public function run()
    {
        // \App\Models\User::factory(10)->create();

        $this->call(SiswaSeeder::class);
    }
}

Nah sebelum kita eksekusi dummy data didalam seeder tersebut penulis ingin menjelaskan sedikit perintah seeder data. Ada beberapa cara yaitu:

php artisan db:seed

Perintah diatas digunakan untuk mengeksekusi keseluruhan file seeder yang sudah di daftarkan didalam DatabaseSeeder tadi.

php artisan db:seed --class=NamaSeeder

Sedangkan perintah diatas ini untuk mengeksekusi file seeder secara spesifik sesuai dengan nama class seeder yang dibuat.

Lalu ada juga dimana anda dapat membuat atau mereload (menghapus dan membuat ulang) database secara keseluruhan dibarengi dengan input data dari seeder dengan perintah berikut ini.

php artisan migrate:refresh --seed

Karena penulis hanya ingin membuat data utuk table siswa tadi maka penulis akan menjalankan seeder secara spesifik sesuai dengan file seeder yang tadi kita buat yaitu dengan perintah seperti dibawah ini.

php artisan db:seed --class=SiswaSeeder

Jika sudah dan berhasil selanjutnya perintah database anda, berikut ini adalah tampilan isi dari table yang datanya dibuat oleh seeder tadi.

dummy database

Data created_at dan updated_at secara otomatis akan di input berdasarkan waktu ada membuat dan mengupdate data anda didalam table tertentu.

Membuat data dummy dengan factory

Hmm kalau dipikir-pikir mengetik isi database satu persatu didalam file seeder buang-buang waktu kalau hanya digunakan sebagai data dummy. Lalu solusinya adalah menggunakan factory model.

Factory model adalah salah satu fitur laravel dimana dummy data dapat digenerate secara otomatis tanpa kita perlu mendefisikannya satu-per-satu.

File factory tersimpan di folder database/factories, sebagai contoh adalah UserFactory.php yang berada didalam folder tersebut. UserFactory.php digunakan untuk membuat dummy user, kurang lebih seperti itulah caranya.

Untuk membuat model factory anda dapat menjalankan perintah dibawah ini.

php artisan make:factory <nama model>Factory

Namun karena kita sudah memiliki model Siswa sehingga kita bisa melakukan inisiasi model Siswa ke dalam file Factory.

php artisan make:factory SiswaFactory --model=Siswa

Jika sudah tekan enter maka otomatis file SiswaFactory akan berada di database/factories/SiswaFactory.php dimana didalamnya model Siswa sudah di inisiasi, perhatikan bagian atas file SiswaFactory terdapat penggalan kode dibawah ini:

use App\Models\Siswa;

dan turun beberapa baris kode akan nampak penggalan kode dibawah ini.

protected $model = Siswa::class;

Itu artinya model Siswa sudah terpointing dengan SiswaFactory, selanjutnya tinggal kita mendefisinikan dummy data didalam method definition() seperti dibawah ini.

return [
    'nis' => $this->faker->numerify('##########'),
    'nama' => $this->faker->name
];

Pada bagian numerify() gunakan simbol ‘#’ untuk menentukan berapa jumlah angka yang akan di acak. Kurang lebih secara keseluruhan kode yang ada di file SiswaFactory seperti dibawah ini:

<?php

namespace Database\Factories;

use App\Models\Siswa;
use Illuminate\Database\Eloquent\Factories\Factory;

class SiswaFactory extends Factory
{
    /**
     * The name of the factory's corresponding model.
     *
     * @var string
     */
    protected $model = Siswa::class;

    /**
     * Define the model's default state.
     *
     * @return array
     */
    public function definition()
    {
        return [
            'nis' => $this->faker->numerify('##########'),
            'nama' => $this->faker->name
        ];
    }
}

Selanjutnya buka kembali file SiswaSeeder.php dan edit sedikit bagian method run() menjadi seperti dibawah ini.

public function run()
{
    Siswa::factory()->count(3)->create();
}

Pada bagian count(3) itu adalah jumlah data yang ingin dibuat atau di input ke database, dimana penulis akan menginput 3 jumlah data secara acak ke database. Berikut ini kode lengkap SiswaSeeder.php:

<?php

namespace Database\Seeders;

use Illuminate\Database\Seeder;

// Panggil model Siswa
use App\Models\Siswa;

class SiswaSeeder extends Seeder
{
    /**
     * Run the database seeds.
     *
     * @return void
     */
    public function run()
    {
        Siswa::factory()->count(3)->create();
    }
}

Setelah itu jalankan kembali file SiswaSeeder dengan cara perintah dibawah ini.

php artisan migrate:refresh --seed

Perintah diatas digunakan untuk membersihkan atau reload data sebelumnya lalu menjalankan data seeder. Lalu cek database anda maka akan terisi seperti gambar dibawah ini:

dummy data dengan model factory laravel

Data diatas mungkin tidak dengan data yang ada didatabase anda, karena sifatnya random atau acak. Jika sudah benar datanya masuk maka anda sudah berhasil membuat dummy data.

Sebetulnya fitur factory ini akan panjang jika di ulas lebih dalam, namun penulis berniat untuk membuatkan di sesi yang lain agar fokus membahas tentang factory.

Selanjutnya untuk menampilkan data dari database mysql di laravel akan ada di artikel berikutnya, semoga pembaca sekalian mengikuti seri tutorial Laravel ini, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.