Mengatur Konfigurasi Laravel

Sebelum kita memasuki tutorial dasar di laravel, kita mulai dengan pembahasan-pembahasan mengenai cara mengatur konfigurasi laravel. Karena ada beberapa konfigurasi yang diperlukan untuk melanjutkan tutorial Laravel ini.

Meskipun konfigurasi laravel tidak sulit, tapi penulis ingin menjelaskan sedikit beberapa cara mengatur konfigurasi agar menulisan kode program terstandarisasi tanpa merubah inti kode dari laravel itu sendiri.

Cara Mengatur Konfigurasi Laravel

Pada dasarnya seluruh konfigurasi laravel terletak di folder config, folder config tersebut terletak di root folder laravel anda.

Tujuan konfigurasi ini adalah untuk memudahkan setiap environment pengembangan, misalnya saat anda melakukan pengembangan di local yang membutuhkan debugging untuk melihat error atau kesalahan yang terjadi.

Error atau sebuah kesalahan dalam penulisan kode program atau logika pemrograman membutuhkan fitur debug untuk memudahkannya memperbaiki error tersebut.

Selain itu masih banyak fitur-fitur didalam file konfigurasi tersebut, anda perlu membiasakan diri menggunakan standarisasi dari laravel karena untuk kemudahan dengan masa depan pengembangan kode program yang anda buat.

Khusus untuk fitur debugging di laravel memiliki tampilan antar muka yang bagus dan menurut penulis mudah untuk dibaca pesan error yang tampil, seperti contoh tampilan pesan error dibawah ini:

Mengatur konfigurasi laravel

Laravel menggunakan library Ignition untuk tampilan pesan error yang bagus dan enak dilihat.

Lingkungan Konfigurasi Laravel

Hal yang perlu diketahui untuk mereka yang baru memulai menggunakan framework laravel adalah file konfigurasi laravel terpisah dari file PHP, laravel menggunakan pustaka DotEnv.

Saat anda baru saja menginstall laravel maka di dalam folder root terdapat file .env.example, harusnya saat instalasi pertama file tersebut di salin menjadi .env, namun jika tidak terjadi secara otomatis anda harus mengubahnya secara manual menjadi .env.

Didalam file .env anda dapat mengatur mode debug apakah anda ingin mengaktifkan atau menonaktifkannya. Selain itu anda juga dapat mengatur beberapa konfigurasi laravel untuk terkoneksi dengan database kesukaan anda tanpa perlu membuatnya secara manual.

Anda hanya perlu memasukan beberapa username, password, dan nama database anda.

Apakah .env mewakili semua konfigurasi laravel?

Jawabannya tidak, .env tidak mewakili semua file yang ada didalam folder config di root laravel anda. Hanya sebagian yang dirasa perlu dipisahkan dan umumnya digunakan oleh pengembang.

Apakah seluruh kunci konfigurasi dapat diletakan di .env?

Ya, anda dapat mengubahnya secara manual, pustaka DotEnv memudahkan anda untuk melakukan hal tersebut.

Misalnya saja konfigurasi timezone yang terletak di file app.php didalam folder config, konfigurasi timezone tidak ada di .env namun anda dapat menempatkan konfigurasi timezone tersebut didalam file .env.

Caranya adalah dengan menggunakan helper atau function env(), fungsi env() memiliki parameter sebagai berikut.

env($key, $value)

Variable $key dapat anda isi dengan nama kunci konfigurasi, contoh pada timezone anda bisa membuatnya seperti ini.

...
'timezone' => env('APP_TIMEZONE', 'UTC'),
...

Setelah itu buka file .env dan tambahkan konfigurasi seperti dibawah ini:

APP_TIMEZONE="Asia/Jakarta"

Yang perlu diingat adalah parameter $value, parameter tersebut digunakan untuk mendeklarasikan nilai bawaan, sehingga apabila tidak ada kunci konfigurasi di dalam file .env maka laravel akan membaca nilai default atau nilai bawaan tersebut.

Mengambil Nilai konfigurasi

Anda dapat mengambil nilai konfigurasi dan meletakannya dimana saja yang anda inginkan, misalnya anda ingin mengambil nilai konfigurasi di controller atau di blade, dapat menggunakan helper atau function config().

Contohnya ketika ingin menampilkan timezone di frontend.

config('app.timezone');

Penggunaan helper atau function config() harus dipisahkan menggunakan titik (dot) seperti contoh kode diatas dimana app adalah nama file app.php dan timezone adalah nama kunci konfigurasi yang terletak didalam file app.php tersebut.

File-file konfigurasi tersebut seperti awal penulis katakan terletak di folder config.

Helper atau function config tersebut sebetulnya tidak hanya untuk mengambil nilai konfigurasi, tapi juga anda dapat memberi nilai konfigurasi. Contohnya jika anda ingin mengubah timezone dibeberapa halaman. Letakan saja kode dibawah ini di atas file atau di bagian method __construct() di controller anda.

config(['app.timezone' => 'UTC']);

Maka otomatis laravel akan membaca helper atau function tersebut sebagai sebuah konfigurasi timezone.

Bagaimana jika setelah anda mengubah konfigurasi di .env atau di file config akan tetapi konfigurasi masih saja tidak berubah?

Di laravel anda dapat membersihkan konfigurasi terdahulu atau menghapus cache lama sehingga apabila tidak terjadi perubahan pada konfigurasi baru anda akan segera dibaca ulang oleh laravel. Caranya dengan menggunakan perintah dibawah ini:

php artisan config:clear

Perintah diatas dijalankan di terminal atau command promp (CMD), fungsinya adalah untuk membersihkan konfigurasi terdahulu sehingga data konfigurasi anda yang terbaru akan terbaca.

Selain itu anda juga dapat membersihkan cache dengan cara menjalankan perintah berikut ini:

php artisan cache:clear

Atau membersihkan config dan cache secara bersamaan dengan perintah dibawah ini:

php artisan config:cache

Dengan begitu konfigurasi baru anda akan terbaca di laravel dan cache anda juga bersih.

Demikian tutorial tentang mengatur konfigurasi laravel ini, semoga tutorial ini bermanfaat bagi anda yang baru mulai terjun di framework laravel ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.