Aturan Penulisan Kode PHP

Berikut ini adalah aturan dasar dalam penulisan kode php. Dalam setiap bahasa pemrograman tentu memiliki aturan-aturan dasar dalam penulisan kode program, hal ini penting untuk diketahui sebagai pemula yang baru mengenal bahasa pemrograman PHP, karena dalam kasus-kasus yang terjadi sering kali kurangnya perhatian terhadap detail kode program yang ditulis sehingga menyebabkan error dan apabila kita tidak tahu aturan dalam penulisan kode php tentu akan menimbulkan kebingungan dalam mengatasi masalah dasar yang terjadi.

Bahasa pemrograman PHP sangat di pengaruhi oleh bahasa lain seperti perl dan C, oleh sebab itu jika anda sudah menguasi bahasa tersebut, seharusnya mudah untuk mempelajari bahasa pemrograman PHP, tetapi jika php adalah bahasa pertama anda, tidak perlu khawatir karena kita akan pembahas bahasa pemrograman PHP mulai dari dasar.

Case Sensitivity Dalam Penulisan Kode PHP

Dalam penulisan keyword asli di kode PHP seperti penggunaan echo, while, class dan lain-lain, penggunaan huruf besar dan huruf kecil tidak berpengaruh, contohnya seperti di bawah ini.

<?php 
    echo("Halo dunia!");
    ECHO("Halo dunia!");
    EcHo("Halo dunia!");
?>

Tetapi dalam variabel penulisan kode php penggunaan huruf besar dan huruf kecil sangat berpengaruh, misalnya $variabel, $Variabel, $VaRiAbEl, dalam contoh penulisan variabel tersebut akan dibaca sebagai tiga variabel yang berbeda.

Baca juga:  Pengenalan PHP

Statement dan Semicolons (Titik Koma)

Statement adalah sebuah baris perintah, bagaimana PHP tersebut akan bekerja. Semicolons atau titik koma dalam penulisan kode PHP adalah tanda pemisah perintah satu dengan yang lainnya, hal ini sering menjadi masalah, lagi-lagi masalah ketelitian, sering kali terjadi error yang sulit di cari padahal masalahnya adalah dalam pemberian titik koma, sebagai tanda bahwa perintah yang dijalankan selesai, tanda tersebut adalah pemisah antar perintah. Berikut ini adalah contoh pemberian semicolons atau titik koma pada sebuah baris perintah kode php.

<?php 
    echo "Halo dunia!";
    fungsi(1, "Bahasaweb.com");
    $a = 1;
    $b = $a / 25.0;
    $nama = "Bahasaweb";
    if ($a == $b) { echo "kondisi benar"; }
?>

Begitu pentingnya penggunaan koma sebagai pemisah antar perintah dalam penulisan kode php, tetapi hal ini tidak berlaku ketika sebuah perintah berjalan sebelum penutup tag PHP “?>”, jika perintah terjadi sebelum penutup tag maka penggunaan titik koma adalah opsional, boleh digunakan boleh juga tidak. Sebagai contohnya.

<?php 
    if($a == $b) {
        echo "Kondisii Benar"; // wajib menggunakan titik koma
    }
    echo "Bahasaweb.com" // tidak wajib menggunakan titik koma
?>

Dari contoh penulisan kode php diatas penggunaan titik koma sebelum penutup tag php “?>” tidak menjadi masalah, perintah tersebut masih akan tetapi berjalan, tetapi ada baiknya titik koma tetap digunakan dalam kondisi apapun.

Baca juga:  Menjalankan File PHP di Browser

Penggunaan Spasi dan Baris Baru

Secara umum penggunaan spasi dalam penulisan statement atau pernyataan di kode php tidak berpengaruh, anda dapat statement lebih dari satu dalam satu baris secara bersamaan, misalnya.

<?php 
    fungsi($param1, $param2, $param3);
?>

…atau:

<?php 
    $var1 = 1; $var2 = 2; $var3 = 3;
?>

Selain itu anda juga bisa membuat baris baru dalam penulisan sebuah pertanyaan dan parameter sebuah fungsi, misalnya seperti di bawah ini.

<?php 
    fungsi(
        $param1, 
        $param2, 
        $param3
    );
?>

…atau:

<?php 
    $var1 = 1; 
    $var2 = 2; 
    $var3 = 3;
?>

Dari keduanya mana yang paling baik? tentu cara penulisan kedua jika sebuah parameter ditulis dalam jumlah banyak, tetapi jika hanya sedikit tidak masalah menggunakan satu baris secara bersamaan, tetapi dalam penulisan variabel ada baiknya masih harus menggunakan cara kedua, hal itu agar dapat mudah di baca oleh programmer.